Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puluhan Warga Pasuruan Timur Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan

Senin, 30 Agustus 2021 | 16:51 WIB Last Updated 2021-08-30T16:13:31Z
Ketum LSM Garda Pantura, Lukman Hakim, Baju merah

Pasuruan - Masyarakat Kabupaten Pasuruan wilayah timur, meliputi Kecamatan Gondang Wetan, Winongan dan Lekok keluhkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Pasuruan.

Hal ini diketahui, ketika Ketua Umum LSM Garda Pantura, Lukman Hakim luruk kantor BPJS Kesehatan cabang Pasuruan, di Jl. Sultan Agung Kota Pasuruan, yang mendampingi salah satu pasien BPJS Kesehatan. Senin (30/8).

Dalam pantauan potretwarta.co.id, pasien bernama KS (60th), asal Desa Kalirejo Kecamatan Gondang wetan Kabupaten Pasuruan, dia mengalami penyakit bagian mata.

Lukman menjelaskan, kalau penyelenggaraan program jaminan kesehatan nasional (JKN), di Kabupaten Pasuruan wilayah timur menjadi keluhan masyarakat.

"Sekitar ada 38 pasien yang meliputi Kecamatan Gondang Wetan, Winongan dan Lekok, keluhkan terhadap pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dimana saat ini kami membawa salah satu pasien yang alami penyakit mata", ujar Lukman.

Saat ditanya apa yang menjadi keluhan pasien, Lukman menjawab kalau pasien yang merupakan masyarakat Pasuruan wilayah timur dimana dampak dari sistem zonasi terkait fasilitas kesehatan (faskes) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan beberapa pekan lalu.

"Dampak dari zonasi, pasien BPJS tidak lagi bisa memilih berobat yang mereka sukai diluar jalur zonasi, sehingga pasien BPJS harus faskes yang sudah ditentukan. Sehingga keluhan pasien sementara ini khususnya penderita mata, ingin berobat ke RS swasta yang sudah bekerjasama dengan BPJS tidak bisa, karena diluar zonasi. Sedangkan didalam zonasi tidak ada RS swasta khusus mata yang bekerjasama dengan BPJS ", terangnya.

Lukman juga menjelaskan kalau pasien BPJS yang dibawanya saat ini, Ketika pasien dirujuk ke RSUD Grati alat kelengkapan operasi matanya tidak ada, kemudian pasien harus dirujuk ke RSUD Bangil dengan daftar tunggu yang lama bahkan sampai berbulan-bulan.

"Akibat menunggu terlalu lama, sehingga pasien dilarikan ke Rumah Sakit Mata Pasuruan (swasta) yang berlokasi di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, untuk mendapatkan pengobatan, dengan terpaksa menggunakan pelayanan umum alias Kepala Desa setempat bersama Warga patungan untuk membantu biaya pengobatannya, karena menggunakan BPJS Kesehatan di tolak / RS Mata Pasuruan tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan", tambahnya.

Masih kata Lukman, "Saya menyampaikan keluhan masyarakat kepada BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan agar persoalan sistem zonasi ini perlu di kaji ulang, dan pihak BPJS Kesehatan akan menyampaikan kepada atasannya".

Di tempat yang sama, saat sejumlah awak media  hendak mengkonfirmasi pihak BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, di hadang oleh satpam dan pegawai BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan yang mengakunya bernama, Anang. Dia mengatakan kalau saat ini Kepala Cabang tidak hadir. Dan terkait audiensi dengan LSM Garda Pantura sudah di temui oleh, Sinta Febrina, selaku Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, dan Prasetyo Wibowo selaku Kepala Kabupaten Pasuruan.

"Sudah wawancara dengan pihak pasien kan, itu cukup hasilnya sama", ucap Anang. (Muh/Muh)
×
Berita Terbaru Update