Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kunjungi Rainbow Koi Farm di Desa Krai, WABUP: PEMBUDIDAYAAN IKAN KOI DAPAT TINGKATKAN PENDAPATAN

Minggu, 09 Mei 2021 | 19:29 WIB Last Updated 2021-05-09T12:31:35Z
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati (heri/potretwarta)

Lumajang - Pembudidayaan ikan koi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat mengunjungi Rainbow Koi Farm di Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun, Minggu (09/05/2021).

"Prospek bisnisnya sangat menjanjikan, saya ingin setiap kecamatan ada percontohan sehingga masyarakat bisa melihat, pasti secara bisnis sangat menguntungkan dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat," harapnya.

Bunda Indah menyampaikan bahwa di tempat breeding ikan koi milik Agus ini telah berhasil memasarkan ikan koi hingga ke luar daerah. Dijelaskan Wabup bahwa Agus siap mendukung Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam hal pembudidayaan ikan koi yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam kunjungannya kali ini, Wakil Bupati didampingi Kapolres Lumajang, AKBP. Eka Yekti Hananto Seno. Dijelaskan Bunda Indah bahwa Kapolres juga siap mendukung pembudidayaan ikan koi di setiap Polsek.

Bunda Indah menjelaskan bahwa tidak hanya pembudidayaan, Agus Rainbow Koi Farmjuga siap membantu pemasaran ikan koi yang dilakukan oleh masyarakat. "Luar biasa beliau (Agus Rainbow Koi Farm, red) siap support Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk pembudidayaan ikan koi," ujarnya.

Sementara itu, Agus Widarto, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang menjelaskan bahwa Lumajang dianugerahi kualitas air yang bagus untuk pengembangan perikanan.

"Potensi airnya sangat baik untuk budidaya ikan, saat ini pengembangan koi di Lumajang semakin semarak potensinya semakin besar, banyak breeder baru yang berkembang seperti halnya yang Pak Agus ini," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pangsa pasar ikan koi sangat besar, ia menjelaskan bahwa Rainbow Koi Farm setiap 10 hari mengirimkan 2.000 ekor ke Tulungagung. "Benih-benih justru diambil oleh daerah-daerah penghasil ikan hias utamanya Tulungagung dan Blitar," ungkapnya. (Heri)
×
Berita Terbaru Update