Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dataran Rendah Sering Banjir, Hutan ini Malah Alih Fungsikan Pertanian Dengan Penutupan Plastik

Minggu, 14 Februari 2021 | 18:51 WIB Last Updated 2021-02-14T12:29:22Z
Hutan yang di garap dengan penutupan plastik di dusun Surorowo desa Kayukebek (Hartoyo/potretwarta)

Pasuruan - Penggarapan hutan yang di alih fungsikan untuk pertanian saat ini di pasangi mulsa/penutupan dengan menggunakan plastik. 

Hal ini tentunya sangat berbahaya ketika turun hujan, karena posisi penyerapan air tidaklah maksimal, pasalnya air akan langsung mengalir kebawah dengan volume yang tinggi, apalagi kondisi cuaca saat ini hampir diguyur hujan setiap hari.

Informasi yang dihimpun potretwarta.co.id penggarapan lahan hutan ini ditanami Cabe, yang masuk kawasan Perhutani tepatnya terletak di dusun Surorowo desa Kayu Kebek kecamatan Tutur kabupaten Pasuruan provinsi Jawa Timur, dalam pangkuan RPH Putuk Nongkojajar, BKPH Lawang Timur, KPH Pasuruan.

Sementara, JN (60th), warga setempat mengungkapkan kalau penggarapan lahan yang di tutup plastik sengaja di biarkan oleh pihak Perhutani, sampai saat berita ini di terbitkan, pengerjaan masih tetap berlanjut tanpa ada tindakan untuk mencegahnya. Minggu (14/2/2021).

" Ini mas kok masih terus di garap nanti kalau sampai terjadi banjir besar siapa yang bertanggung jawab," tandas, JN.

Ditempat yang sama, Rokim (40th) warga setempat, sangat resah, kalau di biarkan bisa longsor semua apalagi kemiringan lahan yang melebihi 60 derajat.

" Saya takut kalau dibiarkan bisa terjadi longsor besar-besaran apalagi kemiringan lahan terlalu miring melebihi 60 derajat," keluhnya.

Selanjutnya dari pihak Perhutani mulai dari RPH Putuk, Gunadi sampai Asper BKPH Lawang Timur, Dali saat di konfirmasi via whatsaap tidak ada tanggapan.

Begitu juga dengan, Adm KPH Pasuruan, Ida Jati saat dikonfirmasi terkait apakah boleh lahan Perhutanj dengan tingkat kemiringan 60 derajat di garap?, yang sekaligus awak media kirimkan buti fotonya, namun, Ida Jati tidak menjawab hanya membaca saja.

Seolah ini memang sengaja dilakukan pembiaran, karena lahan di sisi bagian barat dengan kemiringan 60 derajat adalah hutan produksi, namun disisi bagian timur dengan kemiringan yang sama adalah RHL digarap juga. (Har) 

Tonton Video Hutan Surorowo :
31 Agustus 2020
×
Berita Terbaru Update