Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wartawan di Bilang Maling, AJPB Luruk Dispendik Kabupaten Pasuruan

Rabu, 18 November 2020 | 17:01 WIB Last Updated 2020-11-19T06:05:05Z
AJPB saat audiensi di Dispendik Kabupaten Pasuruan (Foto: Muhammad).

Pasuruan - Puluhan Jurnalis/Wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB)  Luruk Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, yang berada di 

Berdasar informasi yang di ketahui potretwarta.co.id, hal ini bermula dari Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Purwodadi, Didiek Primadiyanto, dengan arogansinya mengucap kata "Maling" kepada wartawan pojokkiripasuruan.com, Aziz, sabtu (14/11/2020) di kantor SMPN 2 Purwodadi.

Nada tinggi dengan lantang itu, di ucap Didiek, karena sebelumnya, jum'at (13/11/2020) sore, Aziz, mendatangi proyek pengerjaan pembangunan SMPN 2 Purwodadi, yang di kantongi sejumlah informasi dari warga sekitar terkait pelaksanaan pembangunan tersebut, selaku kontrol sosial, Aziz, menggali informasi lebih dalam untuk profesi Jurnalistiknya. Sesampai di lokasi, Aziz hanya menjumpai para pekerja saja, dan mengambil gambar untuk kebutuhan profesinya.

" Wartawan Datang kesini di luar jam dinas itu, sama aja dengan maling," cetus, Didiek dengan nada tinggi.

Nahas, peristiwa ini menyengat hati sejumlah profesi Jurnalis se Pasuruan Raya, sehingga puluhan Jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB), meminta agar, Didiek di copot dari jabatannya, lantaran sikapnya yang sombong dan sok berpendidikan itu.

" Saya minta, Kepsek Didiek Primadiyanto ini di copot dari jabatannya, jika tidak kami akan bawa permaslahan ini ke rana hukum," teriak, Sulis, selaku Kepala Biro (Kabiro) media pojokkiripasuruan.com, saat audiensi berlangsung di Dispendik Kabupaten Pasuruan. Rabu (18/11/2020).



Sementara, Didiek juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf, dirinya saat itu kecapek an sehingga terpancing emosi.

" Saya minta maaf karena saya posisi kecapek an, dan terpancing emosi sehingga keluar kata-kata seperti itu, saya minta maaf beribu-ribu maaf, semua bentuk kesalahan milik saya, dan kebenaran hanya milik Alloh," ungkap Didiek, saat di beri kesempatan bicara dalam audiensi.

Cercahpun semakin ramai, AJPB minta ketegasan Dispendik Pasuruan, untuk mencopot, Kepsek Didiek dari jabatannya. Sekretari Dispendik, Heri juga sepakat jika Kepsek Didiek, di copot dari jabatannya tapi sesuai peraturan yang ada.

" Saya meminta waktu untuk saya sampaikan kepada Kadis, dan keputusannya nanti akan saya sampaikan kepada rekan-rekan wartawan," Ujar Heri.

Selain itu, Hendrik, selaku Ketua AJPB, meminta keputusan ini harus di pertegas, dan paling lambat pada hari senin (23/11/2020) besok, keputusan harus jelas.

" Kami kasih waktu, keputusan ini kami tunggu selambat-lambatnya senin besok," Tutup Hendrik. (Muh/Red) 
×
Berita Terbaru Update