Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seolah Melayang di Atas Awan, Inilah Wisata Gunung Gendis Nongkojajar

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:52 WIB Last Updated 2021-04-04T09:56:47Z
Pemandangan saat berada di sekitar Gunung Gendis Nongkojajar (Foto : Muhammad)
Pasuruan - Pesona Alam di wilayah Nongkojajar Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, keindahan nuansa alamnya memang tidaklah dapat di pungkiri.

Munculnya beberapa Wisata Alam yang mempoles keindahan alam baru-baru ini dapat di nikmati di wilayah Nongkojajar ini, salah satunya Wisata Alam Gunung Gendis, yang berlokasi di Dusun Ngepring Desa Tlogosari.

Merupakan wisata yang dirintis oleh pemuda sekitar yang kemudian di suport oleh Pemerintah Desa setempat. Wisata ini di rintis masih dalam usia dua bulan.

Namun, keindahan alamnya benar-benar memikat para warga net, apalagi posisi di atas puncak Gunung Gendis itu sendiri, akan membuat pengunjung betah berjam-jam (malas turun, red*) karena pemandangan membuat pengunjung seolah berada di kayangan.
Waka Pokdarwis Tlogosari, Dedik (hitam) dan Ketua Pokdarwis Tlogosari, Darsono. 
Sementara, Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlogosari, Dedik, dirinya mengaku kalau hal ini berawal dari dirinya dan kawan-kawan bermain, bersepeda, kemudian melihat keindahan bukit di sekitarnya, muncullah ide untuk menggagas wisata ini.

" Mulanya kami bersepada, main-main kesini. Melihat view alamnya bagus, kami langsung berinisiatif untuk menggagas wisata ini, yang kemudian di setujui dan di suport oleh Kepala Desa,". Kata dedik saat dihimpun potretwarta.co.id, Rabu (21/10/2020).

Lanjut Dedik, saat melihat kondisi bukit, di dapati jarangnya tumbuhan yang bisa menyerap air, dia langsung meminta bantuan kepada Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto, agar di berikan bibit untuk di tanami di bukit yang jarang tumbuhan itu, dengan harapan bisa menyerap air saat musim hujan, dan menciptakan sumber mata air yang bisa di fungsikan masyarakat sekitar.

" Melihat kondisi lahan yang jarang ada tumbuhan, maka kami meminta bantuan, pak Sugiarto, agar menanam pohon, dengan tujuan menjaga kondisi alam dan airnya, dan kami di beri 4.000 bibit pohon, tinggal pelaksanaannya," Tutupnya. (Muh/Muh) 
×
Berita Terbaru Update