Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan DPRD

Space Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LSM Penjara Indonesia Luruk Bank BNI dan Dinsos Pasuruan

Rabu, 15 Juli 2020 | 15:30 WIB Last Updated 2020-07-15T13:13:12Z
Reporter : Muhammad
Abdul Muin (pegang mic) Ketua DPC Pasuruan LSM PENJARA INDONESIA (foto : Muhammad/potretwarta)

Pasuruan - Ratusan masa yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA) Indonesia meluruk kantor cabang Bank BNI Pasuruan,  yang berlokasi di Jl. Balaikota No.21 kota pasuruan, rabu (15/7/2020).

Aksi ini, di pimpin langsung oleh Ketua DPC Pasuruan, Abdul Muin, yang di dampingi Koordinator Aksi, Nur Chasan dalam orasinya menyampaikan terkait dugaan kepada oknum bank BNI bermain-main dan tidak becus dalam menyalurkan bantuan BPNT dan PKH yang sudah di beri amanah oleh pemerintah.

Salah satunya adalah bank BNI di duga tidak profesional dalam meng ACC agen serta ada kong kalikong dengan agen-agen yang di rekomnya, karena di temukannya di lapangan banyak masyarakat kalangan bawah yang memiliki usaha, mendaftar sebagai agen di persulit, bahkan sampai menunggu dua tahun namun tidak kunjung di surve.

Selain itu, di wilayah wonorejo kabupaten pasuruan, di temui agen yang tidak memiliki usaha, namun bisa menguasai enam desa.

LSM Penjara Indonesia, meminta agar kepala cabang bank BNI Pasuruan untuk memperbaiki kinerjanya dalam waktu dekat.

" Saya minta kepada Kepala Cabang Bank BNI agar segera menindak lanjuti Oknum-oknum yang telah bermain-main dengan Agen-agen rekomnya dan menumbalkan rakyat miskin, dalam waktu dekat, jika tidak anda segera turun dari jabatan anda, ingat aksi ini tidak sampai disini, kami akan terus bergerak ke DPRD dan Dinsos Provinsi," Jelas, Nur Chasan, selaku Koordinator Aksi.

Usai orasi di depan gedung bank BNI, LSM penjara indonesia melanjutkan aksi demonya ke Dinas Sosial kabupaten pasuruan, disana mereka juga ber orasi, untuk mengkawal dan awasi langsung terhadapnya. (Muh/Muh).

Tonton Videonya :

×
Berita Terbaru Update